
Pemeriksaan tanah atau soil test merupakan salah satu prosedur yang umum dilakukan di dunia pertanian dan konstruksi. Hasil yang didapatkan dari pemeriksaan ini adalah informasi tentang struktur tanah, pH tanah, kandungan unsur hara dan kandungan bahan organik. Ada banyak jenis pemeriksaan tanah yang sering dilakukan, berikut ini beberapa contoh jenis-jenisnya.
Mengenal Jenis-jenis Soil Test

Pemeriksaan tanah ini dibedakan menjadi beberapa jenis menurut parameter yang dites atau diuji. Berikut ini penjelasan lengkap tentang jenis-jenisnya.
Pemeriksaan Unsur Hara
Unsur hara merupakan parameter utama untuk menilai kesuburan tanah. Ada beberapa unsur hara yang dibutuhkan tanaman agar bisa tumbuh subur seperti nitrogen, kalium dan fosfor. Untuk memeriksa unsur hara tersebut harus menggunakan metode yang berbeda-beda.
Contohnya untuk memeriksa nitrogen memakai metode analisis nitrifikasi atau Kjeldahl, sedangkan untuk memeriksa fosfor memakai metode Mehlich, Olsen atau Bray. Kalau hasil yang didapatkan menunjukkan tingkat unsur haranya rendah maka tanah membutuhkan pemupukan dan kalau hasilnya tinggi maka tanahnya subur.
Pemeriksaan pH Tanah
Tujuan melakukan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui tingkat kebasaan atau keasaman tanah. Hasil pemeriksaan ini bisa dijadikan acuan untuk melakukan pengapuran di tanah yang tingkat keasamannya tinggi atau untuk melakukan penyesuaian lainnya sesuai kebutuhan tanaman.
Metode yang digunakan untuk mengukur pH tanah adalah memakai alat PH meter atau larutan buffer pH. Tanah yang diukur akan diambil sampelnya, kemudian dikeringkan lalu dicampur dengan larutan buffer. Kalau hasil yang didapatkan kurang dari 7 berarti tanahnya asam, kalau hasilnya 7 berarti tanahnya netral dan kalau lebih dari 7 berarti tanah basa.
Lihat juga : Fungsi Automatic Weather Station pada Industri
Pemeriksaan Cation Exchange Capacity atau CEC
CEC merupakan kemampuan tanah dalam menahan kation atau unsur hara. Tujuan utama soil test ini dilakukan adalah mengetahui apakah tanah membutuhkan pupuk atau tidak. Cara pemeriksaannya cukup mudah yaitu dengan cara ekstraksi larutan dari tanah, kemudian dianalisis memakai spektrofotometri atau titrasi.
Kalau hasilnya tinggi berarti tanah mempunyai kemampuan yang bagus dalam menahan unsur hara. Sedangkan yang hasilnya rendah menunjukkan bahwa tanah tidak dapat menahan nutrisi dan memerlukan penanganan khusus agar bisa lebih subur.
Pemeriksaan Kandungan Bahan Organik
Bahan organik merupakan komponen yang ada di tanah yang asalnya dari sisa-sisa makhluk hidup yang sudah membusuk. Pemeriksaan bahan organik ini dilakukan untuk menilai kemampuan tanah dalam menyimpan unsur hara, air serta menilai tingkat kesuburan.
Metode yang digunakan untuk pemeriksaan ini ada dua jenis yaitu los on Ignition dan walkley black. Metode los on Ignition merupakan metode pemeriksaan dengan membakar sampel tanah, sedangkan metode walkley black memanfaatkan larutan kimia untuk mengekstraksi kandungan bahan organik.
Jika hasilnya tinggi maka tanahnya subur dan bisa menyimpan nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Kalau rendah berarti tanah membutuhkan kompos atau jenis pupuk lainnya yang dapat meningkatkan kandungan bahan organik.
Pemeriksaan Tekstur Tanah
Pemeriksaan tekstur tanah dilakukan untuk mengetahui bagus dan tidaknya tekstur tanah untuk pertanian ataupun untuk pembangunan gedung. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memanfaatkan dua metode yaitu metode laboratorium dan uji lapangan.
Soil test dilakukan di laboratorium caranya adalah mengeringkan dan mengayak tanah untuk mengetahui presentasi lempung, pasir dan lanau. Kalau kandungan pasirnya cukup banyak maka kemampuan tanah dalam menahan nutrisi dan air tidak terlalu baik. Sedangkan tanah yang mempunyai banyak kandungan lempung bisa menahan air dan nutrisi dengan baik.
