
Dalam dunia konstruksi terdapat banyak jenis alat ukur yang dipakai untuk memenuhi kebutuhan konstruksi. Salah satu jenis alat yang sering digunakan adalah piezometer. Alat ukur yang satu ini mempunyai fungsi yang sangat banyak pada dunia konstruksi. Pada artikel ini akan dibahas secara lengkap mengenai fungsi-fungsinya.
Fungsi Piezometer di Dunia Konstruksi
Alat yang satu ini mempunyai peranan yang cukup penting di berbagai macam aspek pembangunan serta pemantauan tanah. Berikut ini beberapa contoh fungsinya.
Mengukur Ketinggian Muka Air
Alat ini bisa digunakan untuk mengukur dan memantau tinggi muka air tanah di area tertentu. Proses pemantauan ini sangatlah penting untuk proyek yang berkaitan dengan pengendalian air seperti sistem drainase, sumur dewatering dan bendungan. Data-data yang dihasilkan alat ini bisa membantu insinyur untuk mengatur sistem pengelolaan air supaya tanah tetap stabil dan kering.
Mengontrol Tekanan Pore Air
Alat ini juga dipakai untuk mengukur dan mengontrol tekanan pore air yang ada di dalam tanah. Tekanan pore ini sangat mempengaruhi kestabilan tanah, khususnya di daerah lereng, embankment dan fondasi.
Kalau tekanannya terlalu tinggi bisa mengakibatkan tanah menjadi lemah dan runtuh. Data tekanan pore yang dihasilkan alat ini bisa membantu insinyur dalam menentukan tindakan penanganan untuk menjaga kondisi tanah agar tetap stabil.
Lihat juga : 5 Jenis Soil Test untuk Memantau dan Memeriksa Tanah
Mengawasi Stabilitas Embankment dan Lereng
Pembangunan lereng tidak selalu berjalan lancar kadang mengalami deformasi apabila tekanan air yang ada di tanah mengalami peningkatan. Untuk mencegah hal ini, insinyur memanfaatkan piezometer untuk memantau deformasi dan tekanan tanah di waktu yang sama.
Kalau tekanannya sudah melebihi batas wajar biasanya akan dilakukan tindakan pencegahan seperti mengurangi tekanan air untuk mencegah keruntuhan atau longsor.
Menentukan Waktu untuk Mengambil Tindakan Drainase
Pada proyek konstruksi, pengelolaan dan pengendalian air tanah sangatlah penting karena bisa menjaga kestabilan air tanah agar tidak berlebihan tekanannya sehingga fondasi tetap stabil. Alat ini akan membantu insinyur untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk melakukan injeksi tanah atau drainase yang dapat mengendalikan tekanan pore air sehingga kondisi tanah tetap aman dan stabil.
Menilai Kinerja Struktur Bawah Tanah
Dalam proyek pembangunan jembatan atau gedung bertingkat, alat ini punya peranan yang penting yaitu memastikan tekanan air di tanah tidak mengganggu struktur bawah tanah atau fondasi. Data yang didapatkan dari penggunaan alat ini bisa membantu dalam menilai kinerja fondasi apakah masih mampu menahan tekanan tanah dan beban secara optimal.
Pemantauan Jangka Panjang
Selain dipakai selama proyek konstruksi berlangsung ternyata alat ini juga digunakan untuk melakukan pemantauan jangka panjang setelah proyek sudah selesai. Pemantauan ini penting sekali dilakukan karena bisa memberikan informasi mengenai kondisi tanah selama struktur bangunan atau fondasi sedang digunakan. Alat ini juga dapat mendeteksi perubahan kondisi tanah yang dapat menimbulkan permasalahan di masa depan.
Mengenal Jenis-jenis Piezometer
Alat ukur ini terdiri dari beberapa jenis yang setiap jenisnya mempunyai fungsi berbeda-beda. Untuk jenis yang paling umum digunakan adalah tubing. Jenis alat ini mempunyai bentuk tabung tertutup yang biasanya dipasang di dalam tanah. Pengukuran menggunakan alat ini dilakukan dengan cara melihat tinggi air tanah yang ada di dalam tabung.
Jenis piezometer berikutnya adalah berongga. Jenis ini sudah dilengkapi pipa berongga yang bisa dimasuki air tanah. Pengukuran dengan alat ini caranya adalah memantau tekanan air yang ada di dalam pipa. Air yang ada di pipa ini menunjukkan tekanan pore di kedalaman tertentu.
